Urat Maut Jember-Banyuwangi: 2 Hari 3 Kecelakaan
Info

Urat Maut Jember-Banyuwangi: 2 Hari 3 Kecelakaan

Jember (beritajatim. com) – Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Jember serta Kabupaten Banyuwangi, Jatim, adalah kolom rawan kecelakaan. Tercatat tiga bencana lalu lintas terjadi dalam perut hari berturut-turut, Rabu (12/8/2020) dan Kamis (13/8/2020).

Bala pertama terjadi pada Rabu pagu, di jalur Gunung Gumitir. Bus Mila Sejahtera mengalami selip pada jalan menikung Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Tak ada korban nyawa dalam kejadian ini.

Kecelakaan kedua terjadi pada Kamis siang, di KM 36 Kawasan Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Kali ini sebuah mobil pikap L 300 yang dikendarai Muhammad Suni Rohid (22), warga Dusun Resumulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, masuk ke dalam jurang. Rohid dan dua pengikut di dalamnya, Hasan dan Jakfar, selamat.

Rohid dalam perjalanan menuju Jember dari Banyuwangi. Ia kehilangan kendali pada kepala, saat melewati tikungan meliuk berhuruf S. Mobil mendadak oleng ke kanan. Rohid langsung banting setir ke kiri dan masuk ke jurang sedalam 20 meter.

Kecelakaan ketiga dan menelan lima korban jiwa terjadi pada Kamis sore. Kecelakaan terjadi karena rem truk Fuso yang disopiri pria berinisial S mengalami rem blong, saat melaju dari ajaran timur ke barat di berasaskan jalan menurun. Pertama, truk itu menabrak sepeda motor Vario, & kemudian menabrak dua sepeda motor.

Tak berhenti di sana, truk terus melaju, sehingga kembali menabrak tiga sepeda mesin lainnya. Bahkan salah satu motor sempat terseret truk Fuso tersebut.

Truk Fuso juga menabrak Colt Diesel. Colt Diesel itu kemudian tergolek, sementara truk Fuso terus meluncur dan baru berhenti setelah menabrak pagar rumah warga.

Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Sempolan Ipda Sugeng Ramdhoni menyarankan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasuki Kecamatan Silo. “Di danau banyak titik yang rawan bala, ” katanya.

Masa memasuki jalur Gunung Gumitir, pilot diharapkan ekstra waspada. “Di kian selain cuaca tak menguntungkan, angin besar, sering terjadi kecelakaan, pohon tumbang, dan tanah longsor. Dalam sana juga ada proyek pembaruan jalan. Masyarakat diharapkan berhati-hati & mengurangi kecepatan kendaraan, ” introduksi Sugeng. [wir/but]