Tingkatkan Omzet UMKM, Pemkot Kediri Menjemput Staf BUMN dan Swasta Gunakan Tenun Ikat Kediri Tiap Kamis
Info

Tingkatkan Omzet UMKM, Pemkot Kediri Menjemput Staf BUMN dan Swasta Gunakan Tenun Ikat Kediri Tiap Kamis

Kediri (beritajatim. com) – Setiap Hari Kamis, staf ASN di Pemkot Kediri diwajibkan mengenakan tenun ikat kediri. Hal ini ditetapkan dalam Arahan Wali Kota Kediri No. 4 Tahun 2010 tentang penggunaan pakaian tenun ikat Bandar khas praja Kediri. Aturan itu hingga saat ini terus dilakukan. Pada masa Covid-19, Pemkot Kediri memperluas imbauan bukan hanya kepada ASN namun serupa staf BUMN dan Swasta yang ada di Kota Kediri buat mengenakan tenun ikat kediri setiap Hari Kamis.

Peristiwa ini mulai dilakukan oleh pekerja BUMN dan perusahaan swasta di Kota Kediri. Bagi yang belum punya, mereka mulai membeli tenun ikan dan menjahitkannya.

Pramita Wdyasindy, Penyelia Pemasaran Sedekah Bank Jatim mengatakan bahwa dia harus punya stok lebih lantaran satu baju karena ada patokan yang baru-baru ini dilakukan dalam perusahaannya. Demikian juga dengan Okky Yudistari, staf Pemasaran Dana pada Bank Jatim. “Kalau punya baju tenun sudah lama punya. Akan tetapi karena sekarang harus pakai, sungguh beli lagi, ” kata Okky, Kamis ( 12/11/2020).

Hal ini berdampak bagus bagi penjualan tenun ikat kediri. Sejak pandemi Covid-19 berangkat April hingga saat ini, kemajuan ekonomi melambat di berbagai daerah Indonesia, tak terkecuali di Praja Kediri. Pembelanjaan masyarakat fokus pada kebutuhan yang tidak bisa ditunda utamanya sembako sehingga sektor asing menurun omzetnya.

“Kami mengaktifkan kegiatan ekonomi di seluruh bidang, khususnya untuk UMKM. Caranya dengan mendorong pembelanjaan, ” logat Zachrie Ahmad, Kepala Bidang Perekonomian Kota Kediri. Pembelanjaaan ini dikerjakan baik oleh pemerintah maupun daerah swasta.

“Akhir-akhir ini kami juga mendapatkan pesanan daripada beberapa diantara kita untuk baju kantor, ” kata Sundari (60), pengrajin tenun ikat merek Tenun Woro. Setelah beberapa bulan sepi, ia berangkat menerima pesanan kain sekaligus jahitan untuk baju tenun.

Hal itu juga dirasakan oleh Ayumila (29 tahun), pemilik jalan tenun ikat merek Sinar Barokah. Setelah pesanan masker tenun bebat, saat ini mulai ada yang membeli kain untuk dibikin baju biro. [nm/kun]