Terminal Curah dan Log Gresik Beroperasi Lagi
Info

Terminal Curah dan Log Gresik Beroperasi Lagi

Gresik (beritajatim. com) – Sempat hampa selama 10 bulan berjalan. Terminal curah dan log PT Gresik Jasa Tama (GJT) beroperasi kembali. Terminal yang berada di Tiang RE. Martadinata itu juga dijaga 500 personel lebih. Baik dibanding Polres Gresik, Brimob Polda Jatim, TNI serta Satpol PP.

General Manager PT Pelindo III (persero) Cabang Gresik, Sugiono mengatakan, terminal curah dan log GJT merupakan kerjasama Build Operate Transfer (BOT) dengan Pelindo III. Sebagai tindak lanjutnya kembali jalan lagi setelah sempat vakum 10 bulan.

“GJT ialah mitra Pelindo III. Sejak November 2019 tidak beroperasi. Padahal pantas regulasinya dari Kemenhub, dermaga tersebut memang dikhususkan untuk bongkar memasukkan curah dan log. Semua jalan sudah dilakukan termasuk pencegahan pengotoran udara, ” katanya, Rabu (12/08/2020).

Ditambahkan Sugiono, dermaga GJT menjadi pintu masuk batubara dan kayu log. Jika tak beroperasi dampaknya luar biasa. Untuk itu, hari ini ada tes coba bongkar muat batubara lantaran Kapal Tongkang Gemilang 3058 dengan akan membongkar muatan batubara.

“Uji coba pertama tersedia 8. 317 metrik ton batubara yang dibongkar di dermaga pangkalan curah dan log GJT, ” imbuhnya.

Saat ditanya ada masyarakat yang masih anti dengan beroperasi kembali dermaga terminal curah ini. Dijelaskan Sugiono, pihaknya berusaha melakukan pendekatan dengan asosiasi ring satu. Berdasarkan pengalaman dengan turun unjuk rasa sebagian luhur dari ibu-ibu yang merasa penolakan dengan polusi udara.

“Terkait dengan itu, kami sudah seminimal mungkin menekan polusi hawa dengan memasang jaring serta membesut jalan yang dilalui truk pembawa batubara. Kemudian kalau ada jalan kencang, kami juga menghentikan sementara operasional bongkar muat, ” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menuturkan, pengamanan ini sesuai seruan dari Pelindo III. Sebab, substansi yang ada di dermaga GJT termasuk obyek vital nasional.

“Untuk pengamanan ini kami menerjunkan 500 personel gabungan, dan BKO tanggungjawab ada di tangan saya. Jadi laksanakan tugas dengan humanis dan kami tidak menginginkan adanya gangguan kamtibmas. Penggunaan senjata api atas perintah saya, ” paparnya.

Alumni Akpol 2001 itu juga menuturkan, pemisah pelaksanaan pengamanan dilihat sampai status benar-benar kondusif. Jika sudah kondusif secara bertahap personelnya dikurangi.

“Kami berharap dalam perlindungan ini berjalan lancar tanpa ada kendala. Kalau ada masyarakat yang kurang puas dengan beroperasinya kembali terminal curah dan log tersebut. Silakan berhubungan dengan perusahaan. Disini kami sifatnya mengamankan obyek perlu nasional, ” tandasny. [dny/but]