Target Zona Kuning, Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Optimalkan Penanganan COVID-19
Info

Target Zona Kuning, Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Optimalkan Penanganan COVID-19

Sidoarjo (beritajatim. com) – Penanganan Covid-19 di Sidoarjo akhir-akhir ini menunjukkan hasil dengan cukup mengembirakan. Sebelumnya, Sidoarjo pernah masuk dalam zona Merah semasa agak 5 bulan sejak kamar Maret bersama dengan Surabaya dan Gresik.

Saat itu, berdasarkan peta Sebaran Gugus Suruhan COVID-19 pusat, Sidoarjo sudah dinyatakan menjadi zona orange.   Sebelumnya di bulan Mei, Surabaya Umum termasuk Sidoarjo menyumbangkan sekitar 70% Kasus COVID-19 di Jawa Timur.

Saat ini, dengan berbagai upaya yang dilakukan sebab Pemkab Sidoarjo bersama dengan Pemprov Jawa Timur, Polres, Dandim, Nakes dan warga Sidoarjo, kasus Covid-19 di Sidoarjo mulai melandai.

Bahkan hari ini   Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa Jawa Timur berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian penyebaran Covid-19 dan patut untuk dijadikan percontohan penanganan dan pengendalian Covid-19 secara nasional.

“Saya mendokumentasikan dari angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukan perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid-19, ” kata Presiden Joko Widodo

Joko Widodo menilai bahwa kedua provinsi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya. “Saya kira ini mampu dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain, ” lanjut presiden.

Menanggapi hal ini, Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo terus melakukan upaya-upaya pencegahan di lapangan dengan memaksimalkan 3T dan melakukan operasi yustisi biar penerapan protokol kesehatan dan langsung digencarkan.

“Alhamdulillah, Sidoarjo yang dulunya pernah menjadi lupa satu episentrum penyebaran Covid-19 pada Jawa Timur kini mulai terarah, kasus aktif di Sidoarjo kini hanya tersisa 511 atau seimbang dengan 7, 52% saja. Prosentase ini jauh lebih rendah lantaran kasus aktif Nasional yakni 19. 68%. Sementara itu, kesembuhan telah mencapai 85. 84%, angka ini melebihi kesembuhan Nasional yakni 76. 78%. Artinya penanganan Covid-19 dalam Sidoarjo sudah On The Right Track, ” papar Hudiono Selasa (13/20/2020).

Dalam rangka memaksimalkan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, saat ini Pj. Bupati Sidoarjo bersama leretan Forkopimda tengah melakukan sidak mendadak di rumah sakit rujukan covid 19. Ada tiga rumah lara yang dikunjungi, yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar dan Sendi Sakit Anwar Medika (RSAM) Balongbendo.

Dari data dengan diperoleh Pj. Bupati bersama forkopimda ada penurunan jumlah pasien dengan dirawat. Di RSUD Sidoarjo tersedia 76 pasien yang dirawat, lantaran jumlah tersebut sekitar 30 persennya pasien rujukan dari luar daerah.

Termasuk RSAM merawat 22 pasien Covid-19, dari jumlah tersebut 5 orang pasien rujukan dari Kabupaten Malang.   Mutlak ada 11 rumah sakit punca di Sidoarjo. Rencananya rumah rendah rujukan Covid-19 akan disesuaikan dengan menurunnya kasus Covid-19 di Sidoarjo.

Rencana kebijakan kontraksi rumah sakit rujukan karena berdasar pada fakta dilapangan antra jumlah tempat tidur (TT) yang ada dengan jumlah pasien yang dirawat.

Seperti di RSUD yang menyediakan 175 (TT) yang terisi hanya 76 TT. Artinya BOR RSUD hanya 43. 42%, angka ini sudah sesuai dengan standar WHO yakni 60%.

Begitu juga dengan rumah sakit rujukan lainnya di Sidoarjo kondisinya kurang lebih sama. Artinya ketersediaan bed Isolasi relatif aman.

“Guna memaksimalkan posisi rumah sakit rujukan Covid-19 & mencegah penularan di rumah melempem, saat ini kita sedang mempertimbangkan untuk memfokuskan penanganan Covid-19 di dalam beberapa rumah sakit rujukan sekadar. Jika kajian ini sudah diputuskan bersama maka segera akan kita usulkan ke Gubernur Jawa Timur, ” terang Hudiyono.

Hudiyono menambahkan, upaya sidak yang dilakukan hari ini untuk mengisbatkan penanganan Covid-19 berjalan maksimal dan data di lapangan dapat dicocokkan dengan laporan dari Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo.

“Saat ini, penambahan kasus dan maut di Sidoarjo cukup mendatar. Saya berharap apabila ini dapat dipertahankan maka dalam dua minggu itu diharapkan Sidoarjo bisa menjadi zona kuning, ” harap Kabiro Kessos Setdaprov Jawa Timur itu.

Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman menginginkan pengurangan rumah rendah rujukan karena dinilai akan sangat efektif dalam pengawasan dan evaluasi dalam beberapa rumah sakit sekadar.

“Kita melihat vila sakit rujukan terlalu banyak & banyak yang kosong, agar bertambah mudah dalam pemantauannya kita usulkan untuk dikurangi saja, ” tandas Usman.

Selain itu, pembatasan penerimaan pasien 5 komisi dari luar Sidoarjo diusulkan forkopimda akan segera dirapatkan bersama deretan OPD terkait.   Dalam zaman dekat forkopimda akan mengusulkan kebijakan-kebijakan sehingga target dalam dua minggu kedepan tingkat kematian dan penyebaran Covid-19 segera turun signifikan.

Jika target dalam besar minggu Sidoarjo penanganan Covid-19 lebih maksimal dan zonasi berubah menjelma kuning, Pj. Bupati Sidoarjo Hudiono akan mengusulkan ke pemerintah tengah dan Provinsi Jawa Timur buat menyelenggarakan sekolah tatap muka secara bertahap. (isa/ted)