Suara Sandi di Bawah 50 Persen, Bukti Warga Malang Ingin Perubahan
Info

Suara Sandi di Bawah 50 Persen, Bukti Warga Malang Ingin Perubahan

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Malang(beritajatim.com) – Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang memenangkan paslon petahana. Hasil hitung cepat LSI Denny JA pasangan petahana 01 M Sanusi – Didik Gatot Subroto meraih kemenangan dengan presentase 45,99 persen.

Nomor 01 unggul dari paslon nomor urut 02 Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono yang mendapat 41,60 persen. Kemudian paslon nomor urut 03 Heri Cahyono dan Gunadi Handoko dari jalur independen mendapat 12,41 persen. Hitung cepat dilakukan di 260 TPS di Kabupaten Malang dengan margin error kurang lebih 1 persen.

“Hasil survei ini keluar setelah TPS ditutup. Total ada 260 TPS yang menjadi tempat sampling kami dari total 4.999 TPS di Kabupaten Malang. Dilakukan secara proposional dan tersebar di seluruh Kabupaten Malang,” ujar Divisi Strategis Pemenangan SIGI LSI Jatim, Dito Arief, Rabu, (9/12/2020).

Dito mengatakan, hasil hitung cepat LSI Denny JA membuktikan bahwa masyarakat Malang Raya ingin perubahan. Suara petahana tidak sampai 50 persen. Sementara, pesaing memiliki suara yang lebih banyak jika suara paslon 02 dan 03 diakumulasikan.

“Ini menarik meski paslon 01 didukung oleh 6 partai politik suaranya di bawah 50 persen. Apalagi pesaingnya deklarasi belakangan setelah paslon 01. Tiga paslon memang menguntungkan petahana, jika diakumulasi calon penantang 02 dan 03 sampai ke 54 persen mengungguli paslon petahana. Artinya ada suara perubahan untuk Kabupaten Malang. Ini menjadi sesuatu yang menarik karena hampir diungguli paslon lain,” ujar Dito.

LSI Denny JA juga menyebut bahwa tingkat partisipasi warga Kabupaten Malang di Pilkada Malang rendah. Tingkat pemilih di Kabupaten Malang hanya 57,81 persen. Sementara target Komisi Pemilihan Umum tingkat partisipasi 70 persen.

“Suara masih di bawah target KPU. Padahal melihat dinamika Pilkada Malang akhir-akhir ini dinamikanya luar biasa. Tingkat partisipasi masih di bawah 60 persen,” tandas Dito. (luc/ted)