Info

Revitalisasi Macapat Malangan, Ternyata Kelompok Muda Suka

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Malang (beritajatim. com) – Balai Kaidah Provinsi Jawa Timur menghadirkan Revitalisasi Macapat Malangan pada Kabupaten Malang. Kegiatan dijalankan pada tanggal 5—9 April 2021, di Sanggar Sapta Wikrama.

Kesibukan yang diikuti oleh 50 peserta dari berbagai masyarakat, yaitu Sanggar Sapta Wikrama, Komunitas Cinta Tanah Tirta, Teater Sampar, Rumah Musik Arbanat, dan Paguyuban Sari Jati. Kegiatan ini berniat untuk merevitalisasi macapat malangan dan mengenalkan macapat dalam generasi muda.

Hadir dalam program pembukaan, Kepala Balai Kode Provinsi Jawa Timur, Dr. Asrif, M. Hum. Di sambutannya, Asrif berharap agar macapat malangan dilestarikan sebab generasi muda dengan jalan merevitalisasi macapat malangan.

“Macapat malangan perlu dilestarikan dengan cara merevitalisasi macapat. Hal ini betul penting, karena macapat malangan mempunyai peran penting pada dunia pendidikan. Macapat malangan mengandung nilai-nilai positif untuk generasi sekarang. Macapat menyimpan tuntunan sekaligus tontonan, ” tutur Dr. Asrif, M. Hum.

“Revitalisasi macapat malangan ini berbasis pada komunitas. Peserta revitalisasi ini diikuti oleh berbagai umur. Untuk itu, perlu strategi agar revitalisasi tersebut berterima. Masyarakat mau menyambut, ” tutur Balok Safarudin, selaku Ketua Tim Kesibukan Revitalisasi Macapat Malangan.

Proses revitalisasi macapat malangan memerlukan narasumber yang mumpuni. Dr. M. Misbahul Amri dosen dari Universitas Daerah Malang, anggota ATL, yang membedah tentang Revitalisasi di Rangka Pelindungan Macapat Malangan. Pariman, ketua Paguyuban Sari Jati, memberi materi tentang Macapat, Marsam Hidayat daripada Ludruk Lerok Anyar memasukkan materi tentang Macapat Malangan. Samsul Bakri, yang bertambah dikenal dengan Mbah Karjo, memberi materi tentang macapat dan wayang suket. Didik Harmadi, dari Teater Sampar, menjelaskan tentang manajemen tayangan. Sugiarto “Ugik Arbanat” dari Rumah Musik Arbanat memberikan materi musik dan macapat. Jumaali “Ki Wolak Walik” memberi materi macapat & permainan rakyat. Juga, Muchammad Cholilloh, dari komunitas Tujuh Wikrama, membantu tentang pengenalan panggung.

Hasil dari kegiatan Revitalisasi Macapat Malangan dalam Kabupaten Malang adalah sandiwara gabungan macapat, musik, tari, dan permainan.

“Kami menggarap revitalisasi macapat malangan ini dengan bentuk permainan, karena pesertanya banyak dari kalangan anak-anak. Situasi ini dilakukan agar macapat semacam ini berterima buat generasi berikutnya. Macapat itu ternyata menyenangkan, ” kata Balok Safarudin. [but]