Info

Pertimbangan Ops Ketupat Semeru, Pengingkaran Lantas dan Balap Berangasan Meningkat

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Lebaran telah mati, operasi Ketupat Semeru 2021 pun sudah ditutup. Polrestabes Surabaya menyampaikan sejumlah hasil Ops ini ke umum dan menjelaskan perkembangan Kebahagiaan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Dalam operasi yang berjalan selama 10 hari itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa perlu evaluasi daripada kepolisian.

Kaum pelanggaran hukum meningkat dan ini menjadi fokus menjawab. Fokus perhatian di antaranya pelanggaran lalulintas baik itu surat administrasi kendaraan, pengendara dan juga balap garang. Untuk itu, evaluasi ini akan dilakukan Satlantas Polrestabes Surabaya dengan memberikan pembinaan, bimbingan, dan pelayanan utama perihal kepengurusan administrasi pengendara.

“Pelanggaran yang meningkat itu pelanggaran administrasi berkendara. Zaman ops ini petugas juga memberikan imbauan tidak hanya memberikan sanksi tilang, ” jelas Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, Rabu (19/5/2021).

Lebih lanjut Kapolrestabes Surabaya lulusan Adimakayasa itu menjelaskan, jumlah pelanggaran jika dibandingkan dengan 2020 mengalami peningkatan. Untuk tahun ini tercatat ada 2364 pengingkaran. Sebanyak 412 pelanggar memperoleh teguran dan sisanya ditindak secara tilang. Sementara untuk jumlah laka lantas, lanjutnya, kejadian laka lalulintas semasa ops terdapat 24 perihal laka, naik 14 tip yakni 21 di tahun 2020.

“Kendaraan yang terlibat total tersedia 45 unit kendaraan roda dua 35 dan mobil 8 unit dan mobil barang 2 unit. 4 orang meninggal dunia lainnya luka ringan dan mengandung. Hal ini yang menjadikan evaluasi buat Stlantas Polrestabes kedepan agar lebih bagus, ” tegasnya.

Menurut Kombes Pol Isir, meningkatnya pengingkaran ini dikarenakan pada Ops Ketupat 2020 lalu ada program PSBB di segenap Kabupaten dan Kota. Namun pada 2021 ini hanya ada PPKM Mikro dengan membatasi wilayah lebih kecil yakni tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan selalu.

“Hal itu juga mempengaruhi angka pengingkaran karena masyarakat tak banyak melakukan pergerakan antar daerah, ” pungkasnya. [man/but]