Pemimpin DPD Singgung Peran Tokoh Sesumbar Pertahankan Kemerdekaan RI
Info

Pemimpin DPD Singgung Peran Tokoh Sesumbar Pertahankan Kemerdekaan RI

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Padang (beritajatim. com) -Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam orasinya di Wisuda Universitas Negeri Padang, menyinggung peran tokoh Sumatera Barat (Sumatera Barat) dalam mempertahankan kebebasan RI melalui pembentukan kabinet perlu yang diprakarsai Mr. Sjahruddin Prawiranegara.

Dikatakan LaNyalla, urusan wisuda UNP ke-121, bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara. Yaitu peringatan deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat di tanggal 19 Desember 1948, setelah militer Belanda melancarkan Agresi ke-II dan menangkapi para pemimpin republik, termasuk Soerkarno-Hatta.

“PDRI menjadi penyelenggara pemerintahan RI sementara, melalui Kabinet Perlu yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. PDRI yang berpusat di Bukittinggi, Sumatera Barat, punya peran istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Inonesia, ” ungkap LaNyalla, di pendahuluan para wisudawan UNP, Sabtu (19/12/2020).

Kepada Rektor UNP Prof. Ganefri, LaNyalla berharap UNP dapat mendorong alumni UNP untuk kembali ke daerahnya masing-masing, dengan fokus membangun wilayah asalnya. “Setelah menimba ilmu sebanyak-banyaknya, maka di setiap alumnus diharapkan dapat berkontribusi di pembangunan daerah dengan kembali & membangun daerah masing-masing. Karena kunci keutuhan NKRI adalah kesejahteraan & kemakmuran, ” ucap LaNyalla.

Tema orasi; Peran Sidang Perwakilan Daerah Republik Indonesia di dalam Menjaga Negara Kesatuan Republik Nusantara yang disampaikan Ketua DPD RI juga menyinggung tentang kontribusi DPD RI sebagai wakil daerah.

Dikatakan, DPD RI selain melakukan fungsi legislasi terkait otonomi daerah, juga aktif melakukan pengawasan fungsi Undang-Undang secara orientasi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat daerah.

“Oleh karena itu hamba berharap, kampus tidak berhenti dengan penelitian dan pengabdian masyarakat saja, tetapi memastikan terobosan dan inovasi tersebut dapat diterapkan di masyarakat. Jadi alumni lebih baik kembali ke daerah masing-masing. Bangun wilayah kita, ” tandasnya.

LaNyalla juga meminta empat Senator asal Sumatera Barat, masing-masing Emma Yohana, Muslim M Yatim, Alirman Sori, dan Leonardi Harmaini, menghiraukan kepada dunia Pendidikan tinggi di Sumatera Barat.

“Terutama meningkatkan status mutu pendidikan, dan kemampuan mengutarakan lulusan yang memiliki kompetensi, relevan dengan kebutuhan pembangunan bangsa di masa depan, ” sebutnya.

Karena, tambahnya, bersandar pada kekuatan Sumber Daya Alam (SDA) saja tidak cukup dalam membuat daerah, karena SDA bersifat terbatas. Harus diimbangi pengembangan Sumber daya Manusia (SDM), karena nilainya tidak terbatas.

“Apalagi ke depan, kompetisi antar-bangsa tidak teristimewa hanya berdasarkan keunggulan komparatif atau SDA, melainkan sudah bergeser menjelma keunggulan kompetitif, yaitu SDM, ” tutup LaNyalla. [suf]