pandemi-covid-19-limbah-medis-di-ponorogo-naik-20-persen-1
Info

Pandemi Covid-19, Limbah Medis di Ponorogo Naik 20 Obat jerih

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Ponorogo (beritajatim. com) – Pandemi Covid-19 yang terjadi selama setahun terakhir, juga berpengaruh pada limbah medis. Pasalnya, terjadi peningkatan volume limbah medis di setiap harinya. Seperti yang terjadi pada RSUD dr. Harjono Ponorogo, untuk saat ini penggandaan limbah medis mencapai 20 persen.

“Sebelum ada pandemi, limbah medis yang dikelola oleh awak kami ada 180 kilogram per harinya, kini limbah medis mencapai 200 kilogram. Ada peningkatan sekitar 20 persen, ” kata Kepala Instalasi Penyehatan Lingkungan RSUD dr. Harjono Ponorogo, Fatkul Aman, Selasa (16/3/2021).

Selain mengelola limbah medis dari rumah sakit, pihaknya selalu menerima limbah medis sejak rumah karantina Covid-19. Lantaran rumah karantina, setiap harinya ada 50 kilogram dengan dikirim. “Kami mempunyai izin untuk mengelola limbah medis, selain dari limbah rumah sakit, juga ada sebab rumah karantina pasien Covid-19, ” katanya.

Limbah medis umumnya pasak suntik, bekas perban & masih banyak lagi. Tatkala sesudah pandemi, limbah medis bertambah. Ada baju Media pelindung diri (APD), kedok, peralatan-peralatan yang berkaitan dengan pasien Covid-19, temasuk abu makanannya juga. “Mungki kita satu-satunya rumah sakit di Ponorogo yang mempunyai izin untuk mengelola sendiri limbah medisnya, ” katanya.

Meski sudah dikelola sendiri, Aman menyebut bila pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pihak ketiga. Yaitu mengirimkan hasil pembakaran ataupun abu sampah medis ini ke Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang tersedia di Bogor. “Di Enau tersebut memang ada penimbunan khusus limbah medis, ” pungkasnya. (end/kun)