Mengacaukan Demo di Surabaya, 505 Orang Ditangkap, 14 Jadi Tersangka
Info

Mengacaukan Demo di Surabaya, 505 Orang Ditangkap, 14 Jadi Tersangka

Surabaya (beritajatim. com) – Polda Jatim menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam keributan saat menggelar unjuk rasa perlawanan Undang-Undang (UU) cipta kerja Omnibus Law. Penetapan tersangka ini jadi upaya polisi setelah melakukan kesibukan brutal saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Grahadi.

Sebelumnya, Polda Jatim sudah mengamankan sejumlah orang indah di Surabaya maupun Malang sebanyak 634, dengan rincian, Malang tersedia 129 dan Surabaya 505. Masa ini mereka semua telah dikerjakan proses pemeriksaan, dan di kawula pandemi, mereka juga dilakukan Rapid Test dan Swab Test.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, bahwa kebanyakan mereka tersebut hanya ikut ikutan dan tak mengetahui esensi apa yang menjadi tujuan aksi unjuk rasa.

Dari total 634 orang yang diamankan, 620 yang tersedia di wilayah Malang dan Surabaya dikembalikan ke orang tua. Serta 14 orang ditetapkan sebagai simpulan dan dilakukan penahanan terkait secara Pasal 170 atau pengerusakan beriringan sama.

“Setelah kita amankan 634 orang, sebanyak 620 orang kita kembalikan atau pulangkan ke orang tua mereka. Serta 14 orang kita tetapkan sebagai tersangka, sesuai dengan Pasal 170 tentang pengerusakan secara bersama pas, ” kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kabid Humas Polda Jatim, Sabtu (10/10/2020).

Dari kejadian kemarin, banyak Fasilitas Umum (Fasum) yang mengalami kerusakan, seperti pagar Gedung Negara Grahadi Surabaya roboh, mobil Polisi yang dirusak, dan sedang banyak fasilitas umum yang hancur. Truno berharap agar orang sampai umur bisa memberikan nasehat kepada bujang anak mereka agar tidak menyelenggarakan tindakan yang memang mereka tak mengetahui.

“Saya berniat, agar orang tua bisa memberikan nasehat kepada anak mereka agar tidak ikut didalam kegiatan dengan mana mereka tidak mengetahuinya, ” pungkasnya. [uci/but]