menengok-penangkaran-burung-murai-seharga-mobil-di-gresik-1
Info

Menengok Penangkaran Burung Murai Seharga Mobil di Gresik

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Gresik (beritajatim. com) – Dari kesenangan berkontes burung murai kurang ajar, Bagus HS (32) warga Dusun Jambu, Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Gresik mengembangkan bakatnya dengan beternak burung murai langka. Burung murai ‘Panda Albino’ namanya yang ia beli sepasang trorolan seharga Rp 200 juta yang kini sudah berangkat produksi pertrotolan dihargai Rp 100 juta atau sepadan harga satu unit mobil.

Kendati harganya ratusan juta rupiah. Namun, tidak mudah memelihara burung murai albino. Sebab, rumor ini memiliki ciri istimewa berwarna putih lalu diekornya ada berwarna hitam.

Bagi Bagus HS tidak mungkin memelihara burung murai albino. Sebab, dari hasil penetasan telur pertama sempat tidak jadi. Meski tidak jadi, bapak satu anak tersebut tidak patah semangat. Dirinya, kembali meneteskan telur kedua hasil persilangan dan jadi.

Kini burung murai albino dari hasil penetasan tersebut, sudah berusia 2, 5 tahun dan akan dikembangkan terus karena memiliki individualitas khas warna yang berbeda dengan burung murai yang lain.

“Kelebihan rumor murai albino berbeda secara burung lainnya. Dari segi warna memang beda. Pemeliharannya pun lebih sensitif, ” ujar Bagus HS sedikit bercerita, Rabu (17/03/2021).

Bagus juga memasukkan, harga burung murai albino lebih mahal. Satu perangkat anak burung ini mampu mencapai Rp 150 juta. Lain lagi kalau sudah besar harganya mencapai mulia unit mobil. “Saat ini saya punya koleksi kepala warna satu pasang. Namun yang buat lomba ada 6 pasang, ” imbuhnya.

Penangkaran rumor murai Bird Farm milik Bagus HS memang betul spesial. Burung murai peliharaannya ditempatkan di rumah dengan sangat besar, dan ditempatkan di lantai dua. Ada enam sangkar burung, dengan dipelihara secara spesial.

Malahan ada mulia sangkar burung murai dengan diberi nama ‘Bima Sakti’. Burung tersebut kerap kali mengikuti lomba di tingkat nasional. Bahkan, pernah memutus juara nasional di Jakarta. Saat hendak dibawa kembali burung murai yang berupa kehitaman dan kecoklatan ini sempat ditawar seharga mobil Honda Jazz dan ditambahi uang Rp 200 juta. “Meski dihargai sebesar itu, tidak saya berikan. Kami terus mengembangkan burung murai ini, supaya nama Gresik terangkat dikancah nasional, ” pungkas Bagus HS. [dny/kun]