Memperhatikan! Kasus Covid 19 Banyuwangi Tembus 1
Info

Memperhatikan! Kasus Covid 19 Banyuwangi Tembus 1. 012

Banyuwangi (beritajatim. com) – Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono menyebut pada hari ini ada penambahan 38 kasus konfirmasi baru. Sehingga total kasus covid di Banyuwangi menjadi 1. 012. Dalam perawatan 690 orang, dan meninggal 31.

“Kami terus mengingatkan warga masih tingginya potensi penyebaran virus corona di sekitar kita. Selama tingga minggu terakhir penambahan kasus baru terus terjadi dari transmisi lokal. Itu artinya membutuhkan disiplin yang bertambah tinggi dari semua pihak, ” kata Rio, Sabtu (12/9/2020).

Rio juga mengungkapkan adanya tenaga kesehatan yang terpapar virus corona di salah satu panti sakit milik pemerintah. “Tracing sudah dilakukan oleh satgas covid ke seluruh karyawan rumah sakit. Bagian penanganan terus kita lakukan, ” kata dia.

Secara khusus Rio menyebut pentingnya kewaspadaan terhadap klaster kantor. Akhir-akhir itu, kata dia, mulai muncul kurang kasus di perkantoran.

“Seperti hari ini, kami umumkan adanya sejumlah ASN yang terpapar virus corona dan mereka rekan kerja satu kantor. Ini menjelma alarm buat kita semua, kalau meski teman sekantor, tetap kita harus waspada. Jangan remehkan, ” kata Rio.

Buat itu, Rio terus mengimbau pentingnya penerapan protokol kesehatan di manapun berada. Ini penting dilakukan untuk mencegah transmisi lokal covid.

“Siapapun, saat ini tetap waspada dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik karena peristiwa covid 19 di Banyuwangi tetap naik. Siapa pun sangat mungkin terinfeksi covid. Transmisi lokal betul mungkin terjadi, ” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan WFH di lingkup kantor pemerintahan pemkab. Anas menodong agar setiap rapat atau pertemuan kantor dilakukan outdoor, di ruangan terbuka atau ruangan yang mempunyai sirkulasi adara yang lancar.

Selain itu, pemkab juga kembali melakukan pembatasan jam operasional pertokoan untuk menekan laju penyebaran virus corona, semacam yang pernah dilakukan pada saat masa awal pandemi. Pembatasan pula dilakukan pada kegiatan warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti ijab kabul dan sunatan.

Dengan khusus, Anas juga meminta bangsa untuk lebih perhatian pada masyarakat yang usia lanjut maupun warga yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, ginjal, dan hipertensi. Infeksi virus corona akan meningkatkan resiko bagi orang yang sebelumnya mempunyai komorbid (penyakit penyerta).

“Secara khusus, kami minta sokong agar warga lebih memperhatikan karakter tua dan mereka yang mempunyai penyakit penyerta. Tolong dijaga dan diperhatikan lebih, upayakan membatasi kehidupan mereka di luar. Mereka sangat rentan, perlu kita jaga, ” pungkasnya. [rin/but]