Info

Lustrum VII Fakultas Teknik Ubaya: Global Mindset, Sustainable Solution

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Lustrum VII Fakultas Cara Universitas Surabaya yang diadakan secara daring dihadiri Penasihat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Prof. Ir. Nizam, M. Sc., Ph. D., IPM, ASEAN Eng. serta Prof. Dr. (H. C. ) Dahlan Iskan.

Lustrum dalam rancangan Webinar ini merupakan rangkaian acara perayaan ulang tahun ke-35 tahun Fakultas Cara Ubaya. Rangkaian kegiatan Lustrum VII Fakultas Teknik Ubaya bertajuk “Global Mindset, Sustainable Solution” resmi dibuka sebab Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto.

Memperingati usia ke-35 tahun, Fakultas Metode Ubaya menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dikemas dalam kegiatan Lustrum VII yang berlaku selama satu tahun berangkat dari April 2021 tenggat Maret 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergantian sebab masing-masing program studi Fakultas Teknik Ubaya. Bentuk kegiatan yang diadakan mulai sejak seri webinar, international conference, virtual expo hingga lomba bagi siswa SMA/SMK. Prakata rangkaian kegiatan Lustrum VII tersebut diisi dengan sesi webinar, talk show dan peresmian kurikulum 2021 program MBKM Fakultas Teknik Ubaya.

Pembukaan Lustrum VII Fakultas Teknik Ubaya menghadirkan narasumber istimewa di dalam sesi webinar berjudul “Kolaborasi Industri, Universitas, dan Media dalam Menyukseskan Program Mandiri Belajar”. Prof. Nizam sebagai narasumber di sesi perdana menyampaikan jika Kampus Lepas atau Emancipated Learning berniat untuk menyiapkan SDM ulung untuk Indonesia emas. Dirinya menjelaskan bahwa Kampus Merdeka membutuhkan kolaborasi berbagai bagian masyarakat dan pentahelix agar dapat mengembangkan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan di era revolusi industri 4. 0 dan masyarakat 5. 0.

“Kita pantas memasuki abad Asia yang mana ekonomi dunia beralih sebab barat ke timur. Zaman ini 50 persen ekonomi dunia sudah ada di Asia. Pada saat yang sama kita juga merembes dalam bonus demografi. Disisi lain, terdapat tantangan ijmal dan nasional yang menjadi konteks kita untuk mengabulkan pengembangan, perencanaan, dan menjalankan strategi menghadapi masa depan, ” terangnya.

Revolusi industri 4. 0 memiliki dampak pada kompetensi, keterampilan dan kecakapan lama yang dianggap tidak lagi berguna di era ini. Berdasarkan MC Kinsey & Company, sekitar 23 juta pekerjaan di Indonesia bakal digantikan dengan automation mematok 2030. Namun, terdapat peluang munculnya pekerjaan baru dengan membutuhkan kompetensi tertentu. Hal ini menjadi tantangan sari perguruan tinggi dalam mempersiapkan skill dan kompetensi mutakhir.

Setiap mahasiswa memiliki potensi, cita-cita, niat dan passion yang berbeda-beda. Melalui Kampus Merdeka oleh sebab itu mahasiswa yang didampingi dosen diharapkan dapat menemukan serta mengembangkan potensinya untuk mendirikan masa depan melalui pembelajaran yang fleksibel. Mahasiswa menyimpan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan diri selain dibanding kompetensi dasarnya.

“Mahasiswa punya kesempatan satu semester (20 sks) di prodi lain. Misalnya, mahasiswa teknik bisa mengambil ekonomi, bisnis atau sebagainya. Sementara mahasiswa ekonomi bisa belajar mengenai internet of things atau big data analytics. Selanjutnya mahasiswa memiliki 2 semester (40 sks) dalam kampus kehidupan dengan berbagai macam peluang untuk mengasah diri, kompetensi, dan kemahiran di berbagai bidang, ” ucap Prof. Nizam.

Program Kampus Langgas antara lain Professional Internship, Kampus Membangun Desa, Kampus Mengajar, Studi atau Rencana Mandiri, Pertukaran Mahasiswa, Kalender Entrepreneur, Proyek Penelitian, Program Kemanusiaan dan Relawan KompCad. Melalui program tersebut mahasiswa akan terasah kemampuannya tiba dari hard skills, soft skills, life skills, network, dan memiliki experience dan portofolio yang bagus. Secara begitu, perguruan tinggi bakal menghasilkan SDM yang ulung untuk sustainable development.

Hal tersebut tidak bisa diwujudkan jika cuma bergantung pada proses di dalam kelas tetapi perlu membentuk ekosistem, seperti meningkatkan pentahelix ecosystem, innovation hub, science and technopark, dan business incubation. Perguruan tinggi serupa harus menjadi ekosistem kampus yang sehat, aman, serta nyaman bagi civitas academica.

Sementara itu, Dahlan Iskan sebagai rujukan kedua memberikan saran ataupun masukan kepada Ubaya untuk memperhatikan beberapa hal penting dalam menyusun kurikulum agenda MBKM. Dirinya menekankan biar Ubaya tidak melupakan peran perguruan tinggi yang utama dalam membentuk logika, metodologi serta sistematika yang baik bagi mahasiswa. Menurutnya, tiga peristiwa ini menjadi pendidikan dasar yang dibutuhkan agar berharta menghadapi persoalan apa kendati dan survive di mana pun.

Poin penting lain yaitu persoalan magang perusahaan dan kadet sendiri. Dahlan Iskan mengucapkan jika dirinya sangat menunjang program magang yang ada di MBKM. Program kandidat dirasa lebih memberikan banyak manfaat jika ada perbincangan kampus dengan industri terpaut persoalan apa yang terjadi di tempatnya sehingga mahasiswa bisa mendapat pengalaman bertambah banyak dan berkontribusi menganjurkan solusi. Sedangkan untuk kalender magang sendiri diharapkan pengajar bisa memberikan kesempatan pada mahasiswa yang gagal dan melihat tahapan proses yang sudah dilalui untuk tetap lulus. Menurutnya dalam dunia bisnis, gagal adalah kursus terbaik dalam hidup.

Dahlan Iskan memberikan poin berikutnya yaitu pentingnya inovasi teknologi bagi pertanian di Nusantara dan menjaga kesehatan. Dirinya menceritakan jika banyak lulusan yang berbakat dan akil namun gagal saat ulangan kesehatan. Hal ini perlu perhatian pihak kampus maupun mahasiswa jika kondisi kesehatan menjadi penting dalam memutuskan masa depan.

Acara selanjutnya terdapat peresmian kurikulum 2021 program MBKM Fakultas Teknik Ubaya. Peresmian kurikulum ini menjadi bukti bahwa prodi-prodi Fakultas Cara Ubaya telah siap menyukseskan program MBKM dan men kompetensi lulusan yang relevan sesuai dengan kebutuhan pabrik atau masyarakat.

Selain itu ada bagian talk show bersama praktisi industri yang merupakan pacar kerja sama Fakultas Metode Ubaya dalam menyelenggarakan program MBKM. Narasumber talk show yang hadir berasal dari PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) dan PT Insera Sena ataupun lebih dikenal dengan Polygon Bikes. Sesi talk show ini diadakan untuk menganjurkan wawasan kepada mahasiswa terkait kegiatan program MBKM dengan telah berjalan atau sedangkan dipersiapkan oleh Fakultas Teknik Ubaya bersama industri. [adg/but]