KONI Bojonegoro Mulai Seleksi Olahraga Primadona
Info

KONI Bojonegoro Mulai Seleksi Olahraga Primadona

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Bojonegoro (beritajatim. com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro menjadikan rapat koordinasi (Rakor) dengan ketua cabang olahraga (Cabor), yang dirangkai dengan workshop pembinaan prestasi untuk pelatih seluruh cabang olahraga, Minggu (27/12/2020)

Rakor tersebut sebagai upaya membenahi organisasi cabang-cabang olahraga Anggota KONI Bojonegoro, jadi dengan organisasi yang baik dapat terwujud prestasi yang baik juga.

Ketua KONI Bojonegoro Ali Mahmudi menjelaskan bahwa Rakor tersebut dibagi di dua sesi. Sesi pertama diikuti Ketua Cabang Olahraga, sementara sesi kedua diikuti oleh pelatih masing-masing cabang olahraga. “Sesuai standar aturan kesehatan Covid-19, Rakor ini dibagi dua sesi, ” tutur Ali Mahmudi

Dalam Rakor sesi pertama bersama ketua cabang olahraga, Ali menekankan pentingnya persyaratan anggota KONI yang harus dipenuhi masing-masing cabang. Selain itu, menurut dia adalah rencana KONI mengenai gerak unggulan.

“Tentu untuk olahraga unggulan akan kita seleksi dari prestasi para atlet. Selain itu apakah olahraga tersebut memasyarakat dan bisa menjadi kebanggaan Bojonegoro, ” tutur Ali Mahmudi.

Dirinya berharap setelah Rakor tersebut untuk cabang olahraga mampu menyesuaikan dengan apa yang menjelma kebijakan KONI. Juga diharapkan para-para pelatih bisa menerapkan latihan sebati dengan kondisi di masa pandemi Covid-19.

“Latihan tetap harus tapi dengan penting adalah menjaga kondisi kesehatan tubuh para atlet dan pelatih, di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, ” tutur Ali Mahmudi.

Sementara Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Amir Syahid dalam sambutannya menyatakan bahwa prestasi tidak bisa berdiri sendiri. Menurut dia ada beberapa pendukung seperti sistem dan sistem pembinaan yang cara.

“Untuk mewujudkan hasil olahraga yang baik, harus dibantu dengan manajemen organisasi yang baik. Ini harus diperhatikan, ” kata Amir Syahid.

Sedangkan, Sekretaris KONI Bojongoro, Tonny Ade Irawan menyampaikan bahwa salah mulia persyaratan bagi cabang olahraga menjelma anggota KONI adalah minimal mempunyai dua klub anggota yang dibina.

Jika tidak mempunyai dua klub, lanjut dia, maka bisa disebut bukan anggota KONI dan tidak berhak mendapatkan fasilitas dari KONI Bojonegoro. “Kami selalu berharap adminsitrasi cabor harus dibenahi, ” katanya.

Sementara dalam sesi kedua yang dihadiri para pelatih cabang olahraga, menghadirkan nara sumber sejak Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr Lutfi Kurniawan Putra, yang mengantarkan materi terkait menjaga imun dalam masa pandemi Covid-19.

“Penggunaan masker perlu diperhatikan. Kalau berlatih sendiri boleh mencopot kedok sementara jika berlatih dengan karakter lain lebih baik tetap memasang masker, ” kata dr Lutfi Kurniawan Putra.

Kesibukan yang digelar di ruang pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro tersebut dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid, Pemimpin Umum KONI Kabupaten Bojonegoro Ali Mahmudi, Pengurus KONI, dan pemimpin dan pelatih masing-masing cabang olahraga di Kabupaten Bojonegoro. [lus/suf]