kasus-meninggal-covid-19-di-madiun-tinggi-pasien-disarankan-isolasi-di-rs-1
Info

Kasus Meninggal Covid-19 di Madiun Tinggi, Pasien Disarankan Isolasi di RS

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Madiun (beritajatim. com) – Kasus kematian Covid-19 di Kota Madiun pas tinggi, sudah menyentuh 102 kasus. Kebanyakan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Pasien Covid-19 dengan komorbid ini dianjurkan menjalani isolasi di rumah sakit.

‘’Biarpun rumah memungkinkan untuk dijadikan isolasi mandiri, pasien Covid-19 dengan komorbid baiknya melakukan isolasi dalam rumah sakit. Sebab, kita tidak pernah tahu surat komorbidnya itu memburuk, ’’ kata Nadiya Auliya Nabila, Dokter Puskesmas Tawangrejo, Sabtu (6/3/2021).

Sebab, risiko janji pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta cukup tinggi. Sama memiliki penyakit penyerta semacam diabetes, hipertensi, jantung, had stroke. Nadiya menyebut mereka sejatinya bisa melakukan isolasi di rumah asal tak memiliki riwayat sesak ataupun membutuhkan alat pernafasan. Tetapi, yang bersangkutan harus dipastikan dalam kondisi bagus. Misalnya gula darahnya sedang tidak tinggi atau kelewat hina.

‘’Yang bersangkutan harus bisa bertanggungjawab berasaskan kondisinya masing-masing. Saat memang butuh perawatan lebih lanjut, baiknya segera ke vila sakit, ’’ ungkapnya.

Hal tersebut penting mengingat banyaknya kasus maut lantaran keterlambatan dalam perawatan. Kondisi pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah kelewat akut. Alhasil, penanganan juga kurang maksimal.

Dokter Ratih Kumala Sari, dokter lain pada Puskesmas Tawangrejo menyebut anak obat Covid dengan komorbid dengan menjalani isolasi di sendi harus dapat mengontrol komorbidnya tersebut. Dia mencontohkan pasien Covid-19 dengan diabetes harus tetap mengkonsumsi obat penilik gula darahnya.

Selain itu, juga kudu dapat mengubah pola hidupnya. Meningkatkan imunitas memang kemaluan asupan bergizi. Namun, untuk pasien diabetes tentu juga harus memperhatikan makanan dengan dikonsumsi agar gula darah tak melonjak.

‘’Komorbidkan tidak bisa disembuhkan. Bisanya dikontrol. Pertama sungguh harus dapat mengontrol komorbidnya agar tak memburuk semasa isolasi, ’’ ungkapnya.

Dasar, ada juga pasien Covid-19 yang meninggal tanpa disertai komorbid. Namun, presentasenya mungil. Kebanyakan mereka yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Karenanya, Ratih menyarankan untuk tetap menjalani perawatan pada rumah sakit agar mampu ditangani secara maksimal.

‘’Yang penting mampu mengontrol komorbidnya. Tetapi benar beresiko misal komorbidnya memburuk saat malam hari dan cukup jauh dari rumah sakit, ’’ pungkasnya. [asg/but]