Jual Sandal dan Tas Rp 92 Juta, Ditransfer, Barang Tak Dikirim
Info

Jual Sandal dan Tas Rp 92 Juta, Ditransfer, Barang Tak Dikirim

Mojokerto (beritajatim. com) – Dua pelaku tindak pidana penipuan dengan modus menawarkan sandal dan tas di dalam jumlah partai besar dengan makna grosir, diringkus anggota Satreskrim Polresta Mojokerto. Ini setelah korban mengetengahkan sudah mentransfer Rp92 juta kepada pelaku, namun barang tak serupa dikirim.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi mengatakan, penipuan terhadap warga Lingkungan Jayeng RT 002 RW 002, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini berasal pada, Senin (1/6/2020). “Sekira memukul 12. 00 WIB, korban dihubungi pelaku melalui WA, ” ungkapnya, Jumat (31/7/2020).

Karakter menawarkan sandal dan tas dalam jumlah partai besar dengan kehormatan grosir. Setelah terjadi kesepakatan makna, korban mentransfer uang sebesar Rp92. 648. 000 ke rekening dengan diberikan oleh pelaku. Namun setelah uang tersebut ditransfer, barang dengan dijanjikan tak juga dikirim dan nomer HP yang digunakan pembicaraan sudah tidak aktif.

“Dari laporan korban inilah, aparat melakukan penyelidikan dan berhasil menyembunyikan dua pelaku. Penangkapan kedua karakter berawal dari identitas nomor bon yang ditransfer oleh korban yaitu atas nama ibu salah kepala pelaku yang beralamat di Kecamatan Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ” katanya.

Dasil hasil pemeriksaan pemilik bagian rekening diketahui anak pemilik bagian rekening tersebut terlibat dalam gerak laku penipuan tersebut. Pelaku atas nama Yusup Aryanto (26) warga Kecamatan Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dari keterangan pelaku, tinggi Kasat, petugas berhasil mengamankan karakter utama.

“Hariansyah (29) warga Desa Jalin Raja, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Pelaku diamankan di Lokasari Square, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatab Taman Sari, Jakarta Barat dan diback up oleh tim Resmob Polres Metro Jakarta Barat, ” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan berbentuk dua lembar rekening koran BRI atas nama Regi Oktaviana, besar lembar rekening koran BRI atas nama Jumaroh, ATM BRI dan tampang rekening milik Jumaroh, dua carik rekening koran BRI atas nama Bahtiar Maulana, dua lembar rekening koran BRI atas nama Aji Maemun.

“Serta rekaman CCTV, jaos warna putih, celana pendek kain warna abu-abu suram, laptop merk Asus warna silver, HP merk Samsung type J7 Prime warna gold. Kedua karakter dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara, ” jelasnya. [tin/but]