Info

Industri Penyelenggara Event, Motor Penggerak Pariwisata Bali

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Denpasar (beritajatim. com) – Dewan Pabrik Event Indonesia (IVENDO) DPD Bali menyambut baik pemberitahuan Bapak Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kegiatan di Bali beberapa keadaan yang lalu perihal introduksi pariwisata Bali kemungkinan bisa dilakukan pada Juli 2021 dengan syarat angka pertumbuhan Covid-19 semakin terkendali.

Pernyataan Presiden tersebut memberikan angin segar bagi seluruh pelaku industri wisata di Bali termasuk para pelaku Penyelenggara Kegiatan (Event) untuk terus berbenah muncul dan merapatkan barisan.

Makin saat ini perhatian pemerintah begitu besar untuk cepat memulihkan pariwisata Pulau Dewata dengan melakukan berbagai langkah-langkah taktis seperti perluasan agenda vaksinasi, pengetatan penerapan prokes, bantuan stimulus industri yang besar dan lain-lain.

“Kerja besar ini bukan semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah saja namun kudu mampu melibatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkannya. Hal ini lah yang mendorong DPD IVENDO BALI untuk terus menggaungkan semangat Engage, Collaborate, Accelerate, ” ujar Grace Jeanie, Ketua DPD IVENDO Bali dalam keterangan tertulis pada beritajatim. com , Kamis (18/3/2021).

Hybrid Drive in Festival Bali Era Baru, Simulasi CHSE dalam penyelenggaraan Event di Kertalangu, Agustus 2020

Untuk percepatan realisasi tesebut IVENDO Bali menyampaikan sumbangan pemikiran;

1. Harus ada penerapan prokes yang tidak hanya etalase yg mengenai semua sektor serta lapisan masyarakat di Bali serta sistem kontrol kuat. Buat percepatan, saat ini tidak cukup hanya sosialisasi akan tetapi pelatihan secara massive dan terus menerus khususnya dalam industri pariwisata. Untuk itu IVENDO juga bisa dilibatkan. Sebagai ilustrasi, untuk memerosokkan penerapan prokes, tahun 2020, DPD IVENDO Bali memunculkan Pelatihan Tingkat Dasar Officer CHSE untuk anggota IVENDO dan MEDIA. Saat ini DPD IVENDO Bali telah memiliki 40 orang dengan bersertifikat Officer CHSE. Biar, saat ini, IVENDO sudah memiliki Auditor CHSE & Trainer setingkat ASEAN. Pada tahun yang sama IVENDO telah membantu Pemda KEPRI untuk sosialisasi & pelatihan CHSE sebanyak 900 peserta selama hampir 1 bulan.

2. Persiapan Re-open border bisa diawali sebelumnya dengan melakukan tiruan semisal mengundang media asing dan perwakilan negara ganjil ke Bali dan melayani publikasi serta promosi secara gencar untuk menunjukkan kesiapan Bali.

3. Untuk menggerakkan sektor UMKM, IVENDO juga mengusulkan supaya menggunakan produk UMKM jadi produk souvenir kegiatan. Indah kegiatan yang diadakan sebab K/L maupun BUMN.

4. Untuk program-program percepatan yang strategis, IVENDO juga siap dilibatkan serta telah menyiapkan sejumlah usulan program sebagai persiapan re-open border. Mulai pelatihan CHSE officer, program integrasi rencana sistem pemasaran ekraf, Bali Travel Fair yang mengkombinasikan B2C dan B2B, pemasaran pariwisata Bali melalui program study from Bali, work from Bali, program Meet Bali dengan membawa potential buyers dari EO/PCO luar Bali untuk Bali, program health recovery from Bali, sehat bugar di Bali, Bali Virtual Run, hybrid drive in concert, sinema bawah langit, Bali photo hunting, Bali Visit Year 2022 dan lainnya.

Menurut Grace Jeanie, managing director JP Memihak Bali event organizer, sejatinya pelaku industri Penyelenggaraan Kegiatan (Event) seperti PCO, EO, WO & Promotor mempunyai peran dan peluang dengan besar dalam memberikan sumbangan bagi pemulihan pariwisata di Bali. Sama strategisnya secara industri penerbangan dan jalan biro perjalanan. Semuanya bersifat “menggerakkan” (mover). Oleh sebab itu terkait dana menyerahkan untuk pariwisata, DPD IVENDO Bali mengharapkan pemerintah sentral dan daerah untuk juga memberikan stimulus kepada pelaku industri Penyelenggara Kegiatan (Event) di Bali.

Sesungguhnya sangat banyak pekerjaan yang dapat diberikan kepada ribuan pekerja event yang era ini jobless di Bali.

“Jangan berikan ikannya, tapi berikan kailnya. Buka ruang dan kesempatan yang lebih luas serta lebih merata untuk bisa mengakses dan memproduksi event-event di Bali. Tidak cuma menjadi sub-kontraktor dari EO-EO di pusat”, tandas Grace Jeanie.

Menimbang likuiditas perusahaan yang tergerus saat masa tanggap perlu, DPD IVENDO Bali juga mengusulkan diberlakukan pembayaran kekayaan muka (Down Payment) datang dengan 50% saat menuntaskan pekerjaan di Kemenparekraf atau di K/L lain atau jika memungkinkan dapat dihubungkan dengan pihak perbankan / lembaga keuangan yang mampu meminjamkan modal kerja dengan bunga kompetitif dengan cagaran SPK. Jika tidak, tinggi kemungkinan pelaku industri yang memiliki modal terbatas mau tergilas oleh PCO/EO yang besar.

Mempertimbangkan luasnya cakupan pekerjaan perbaikan pariwisata di Bali, DPD IVENDO Bali siap membantu dan siap dilibatkan didalamnya.

“Jika industri perhotelan dan transportasi mampu membantu akomodasi dan perjalanan para pekerja Kesehatan, maka pekerja Event dan Suppliers bisa dilibatkan untuk meng-organize kegiatannya, menyiapkan sarana/ prasarana seperti pengadaan berbagai ragam tenda, sound system, buatan panggung, video/ photography, live-streaming dll yang pastinya dibutuhkan program ini. ” Pungkas Grace Jeanie. (ted)