Hikmah Konflik, DPRD Jember: Alhamdulillah, Bupati Faida Tepat Waktu
Info

Hikmah Konflik, DPRD Jember: Alhamdulillah, Bupati Faida Tepat Waktu

Jember (beritajatim. com) – Konflik antara legislatif dan eksekutif di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berujung pemakzulan Bupati Faida oleh DPRD ternyata membawa hikmah positif untuk pembahasan Anggaran Pendapatan dan Honorarium Daerah 2021.

Patuh Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, pemerintah kabupaten sudah menanamkan dokumen rancangan Kebijakan Umum Taksiran (KUA) dan Prioritas Plafon Taksiran Sementara (PPAS) APBD 2021 pada Juli lalu. “Tahun terakhir itu baru on time, ” katanya, Selasa (4/8/2020).

Halim menilai itu hikmah dari perselisihan politik antara eksekutif dan legislatif. “Mungkin hikmahntya dari situ mau belajar lagi, membuka buku, tidak menafsirkan undang-undang dengan tafsiran sendiri. Artinya sudah harus sesuai regulasi. Alhamdulillah, ” katanya.

Namun, DPRD Jember masih akan berkonsultasi dengan negeri pusat dan provinsi. “Kami telah memakzulkan tapi kok masih sedia membahas apa yang diusulkan tumenggung. Selain itu ada surat Gajah Dalam Negeri tentang penyusunan APBD 2021 belum terbit. Setiap tersedia APBD baru, Mendagri biasanya melahirkan petunjuk teknis regulasi penyusunan agenda KUA-PPAS dan APBD 2021, ” kata Halim.

Ahmad Halim Wakil Ketua DPRD Jember

Menurut Halim, jadwal waktu pembahasan APBD secara umum tidak tersedia perubahan. “KUA-PPAS diajukan pada Juni, paling lambat minggu kedua. Kemudian pada Agustus, KUA-PPAS dibahas berdasarkan Permendagri. Kemudian pada Oktober, hangat kita bahas rancangan APBD, ” katanya.

Selain APBD 2021, ada agenda pembahasan Keterangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Honorarium Daerah 2019. Sama seperti salinan Rancangan APBD 2021, LPP APBD 2019 sudah masuk ke DPRD Jember sebelum sidang paripurna hak menyatakan pendapat digelar.

Pembahasan LPP APBD 2019 akan berkorelasi dengan hasil audit Institusi Pemeriksa Keuangan RI. “Temuan BPK akan kami bahas, dan di dalam pembahasan LPP ini akan ditemukan berapa besar Silpa (Sisa Bertambah Penggunaan Anggaran), ” kata Halim. [wir/ted]