H-10 Coblosan, BHS Diskusi Bareng Kerabat Milenial Peduli Lingkungan
Info

H-10 Coblosan, BHS Diskusi Bareng Kerabat Milenial Peduli Lingkungan

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Sidoarjo (beritajatim. com) – Coblosan Pilkada Sidoarjo 2020 yang kurang 10 keadaan, dimanfaatkan Calon Bupati Sidoarjo bagian 1 Bambang Haryo Soekartono (BHS) untuk berdiskusi bareng kaum milenial peduli lingkungan, Senin (30/11/2020).

Selain berdialog soal dunia, BHS juga memaparkan sejumlah kalender, di depan para pemuda dengan hadir dalam pertemuan. “12 agenda BHS – Taufiqulbar sudah saya baca, dan sangat luar piawai. Tentu program – program tersebut juga akan saya sampaikan ke keluarga serta teman-teman agar tak salah pilih dalam Pilkada Sidoarjo ini, ” kata Ebi, mahasiswa yang ikut pertemuan tersebut.

Dia berharap, komitmen BHS terkait lingkungan akan menjadi rencana prioritas. Bukan hanya saat mencalonkan diri Pilbup saja, melainkan juga saat nanti terpilih, harus direalisasikan. “Di Porong, air sekarang kusut. Jangankan untuk minum, mandi selalu tidak layak. Selain itu, dalam beberapa tempat juga banyak sampah dibuang sembarangan. Bagaimana komitmen BHS tentang ini? ” tanya Rizal, pemuda asal Porong.

Hal lain, dia juga menanyakan komitmen BHS terhadap Lumpur Lapindo. Karena sebagai masyarakat terdampak, Rizal tidak setuju wadah itu jadi area wisata.

Sementara menurut Septa Resistor, Ketua Psycho Nature Indonesia, pula elemen pemuda yang ikut pada pertemuan ini, berharap bisa mengepak komitmen BHS dalam penanganan dunia. “Pak BHS memang lebih pokok menyampaikan program-programnya tentang lingkungan. Juga sudah spesifik, ” kata Septa.

Pihaknya berharap, siapapun yang terpilih jadi Bupati Sidoarjo bisa memprioritaskan lingkungan. Bisa memilah mana kegiatan yang mengeksploitasi lingkungan dan mana yang pemberdayaan sumber daya alam.

Bambang Haryo Soekartono merasa terkesan dengan para muda itu. Dia mengapresiasi pemahaman serta kepedulian mereka terhadap lingkungan Sidoarjo. “Tentang lumpur misalnya, mereka tak setuju jadi tempat wisata. Serta itu sama dengan pandangan kami, sejak awal juga tidak menginginkan itu karena di sana sedang berstatus daerah bencana. Semburan sedang terjadi, ” tandas BHS.

Harusnya, sambung BHS, negeri menyiapkan standarisasi pengamanan. Dengan libatkan Basarnas, BNPB, dan sebagainya sebab ini menjadi wewenang pemerintah induk.

Kemudian, BHS pula menilai harus ada mitigasi kematian, evakuasi plan, serta early warning sistem. “Di sana sejauh tersebut aman, jangan khawatir. Tapi tentu saja kewaspadaan harus ada jadi bentuk antisipasi, ” urainya.

Tentang sampah, BHS makin sudah punya seambrek program. Berangkat dari pembuatan TPST di di setiap kecamatan, meningkatkan kesadaran warga buat tidak buang sampah sembarangan, pengukuhan teknologi di TPA dan sebagainya. “Sampah juga boleh jadi peluang. Kita olah, dengan konsep yang baik, karena sampah juga bisa bermanfaat jika dikelola dengan baik, ” papar politisi Partai Gerindra tersebut.

BHS juga menghamparkan program seputar penanganan sungai, miring, laut, mangrove, dan sebagainya sebagai upaya pelestarian lingkungan. “Intinya, berbagai sisi harus dijaga agar lingkungan langgeng lestari. Dan persoalan lingkungan itu memang luas. Ada di darat, air, serta udara. Semua harus menjadi perhatian, ” pungkasnya. (isa/kun)