gubernur-khofifah-surabaya-harus-tetap-jadi-barometer-kebangkitan-ekonomi-jawa-timur-1
Info

Gubernur Khofifah: Surabaya Harus Tentu Jadi Barometer Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Acara serah dapat jabatan (Sertijab) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya pada Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (1/3) pagi dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Surabaya merupakan agenda pertama Sertijab yang dihadiri Gubernur Jatim dari 17 agenda Sertijab Walikota/Bupati terpilih hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Berdasarkan Kesimpulan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131. 35-368 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Besar Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Tanah air pada Provinsi Jawa Timur dilaksanakan Sertijab dari Pengelola Harian (Plh. ) Pemangku Kota Surabaya Ir. Hendro Gunawan MA kepada Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi, S. T., M. T. dan Wakil Pemangku Kota Surabaya Ir. Armuji.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menekankan agar Praja Surabaya tetap menjadi patokan kebangkitan ekonomi di Jawa Timur di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi, S. T., M. T. dan Pengantara Wali Kota Surabaya Ir. Armuji.

Pasalnya, PDRB Kota Surabaya menyumbang 24, 11 % terhadap PDRB Jawa Timur. Oleh sebab itu dirinya meminta agar apa yang telah dicapai Kota Surabaya untuk tetap dipertahankan dan makin lebih ditingkatkan lagi.

“Ini menjadi arah yang penting, ini tidak boleh ada pelemasan atau pelemahan akibat pandemi covid – 19 yang telah berjalan setahun, jadi semua harus pada proses percepatan untuk membangun kebangkitan ekonomi di Jawa Timur pertama episentrumnya, yang menjadi sentra ini adalah Surabaya, ” Kata Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah selalu berpesan agar sinergitas & kolaborasi terus ditingkatkan antara Pemerintah Kota Surabaya secara Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dirinya menyebut bahwa 77 proyek strategis dari Kalender Strategis Nasional yang dituangkan dalam Perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur sebagian besar sentranya berharta di Surabaya.

“Oleh karena itu, ini yang juga kami pesankan supaya ada sinergitas pasca pandemi covid ini oleh sebab itu sekarang sesungguhnya preconditioning mungkin sudah bisa dilakukan sebab provincial office dari PSN tersebut ada di Bappeda Provinsi Jawa Timur, ” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menginisiasi terbentuknya sister city antara Kota Surabaya dan Kabupaten Terhenti. Menurut Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, peristiwa tersebut sebagai salah mulia upaya untuk mengurangi disparitas IPM Kota Surabaya yang mencapai angka 82, tertinggi di Jawa Timur dengan IPM Kabupaten Sampang secara angka 62, terendah dalam Jawa Timur.

“Saya ingin mengajak sewarna Sister City, ada SDM-SDM dari Surabaya yang mau mensupport percepatan penguatan IPM di Sampang, ” tuturnya.

Namun pada sisi lain, Gubernur Khofifah mengharapkan ada upaya percepatan dan intervensi detail yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya terkait Angka Kematian Pokok (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa salah kepala PR dari Pemerintah Tanah air Surabaya adalah menurunkan AKI dan AKB di Tanah air Surabaya yang masih agung karena berada di kondisi 5 besar.

“Menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya ini benar harus dilakukan intervensi dengan detail dan mungkin dengan sinergitas yang lebih komprehensif saya rasa InsyaAllah jika sinergitas itu terus dikerjakan bisa memberikan penurunan dengan lebih signifikan terhadap angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya, ” terangnya. [ifw/kun]