Golkar Jatim Tingkatkan Potensi Guru SD di Tengah Pandemi Covid-19
Info

Golkar Jatim Tingkatkan Potensi Guru SD di Tengah Pandemi Covid-19

Surabaya (beritajatim. com) – Di tengah masa suram dunia pendidikan akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai, Partai Golkar Jatim membuat terobosan secara menggelar webinar pelatihan pendidikan untuk Guru SD.

Dalam pelatihan yang digelar secara zoom meeting itu diikuti 236 peserta terdiri para Kepala Sekolah & Guru SD dengan mengambil tema ‘Peningkatan Potensi Guru SD di Tengah Pandemi Covid-19’ di Gedung Golkar Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (6/9/2020).

Wibinar dibuka oleh Kepala DPD Golkar Jawa Timur, M Sarmuji menghadirkan narasumber Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI Dr. Iwan Syahrial, Ph. D, lalu Dosen Unesa Surabaya Dr. Wahono Widodo, Msi. Psikolog Unair Rudi Cahyono, Psi, & pemateri lainya Muhammad Syaikul Agama islam, MHi, Kepala Sekolah SD Muhammadyah 4 Pucang Surabaya, dan dipandu moderator Dwi Darmono, ST, Penulis Bidang Koperasi DPD Kosgoro Jawa Timur.

Ketua Partai Golkar Jawa Timur, Sarmuji membuktikan, sesungguhnya guru yang paling berat hari ini adalah guru SD. Selain harus menghadapi anak bani usianya masih suka lari kesa kemari, anak anak perlu perlindungan dan kasih sayang. Apalagi, di masa pandemi sekarang.

Di masa lazim saja guru SD sudah mengandung, apalagi masa pandemi. para instruktur akan semakin berat lagi sebab semua sekolah lalu secara muncul tiba menerapkan sistem belajar menangani dengan daring.

“Terbukti masih banyak guru tidak siap mengubah kegiatan belajar, dari pertemuan pada dalam kelas menjadi daring, jadi membuat kesulitan cara proses menelaah mengajarnya, ” jelas Sarmuji.

Sarmuji yang juga anggota Komisi Xl DPR RI menjelaskan, beban guru SD dan orang tua hari ini sangat mengandung. Sementara guru-guru tidak siap di dalam menghadapi situasi pendidikan di pusat pandemi Covid-19.

Pemerintah Jawa Timur sedang melakukan tes coba dan baru diterapkan untuk sekolah SMA/SMK dengan penerapan aturan kesehatan ketat. Tapi untuk SD, dirasa belum saatnya sekolah tatap muka dibuka. [tok/but]