Gerebek Pabrik Miras, Polres Bojonegoro Amankan 12
Info

Gerebek Pabrik Miras, Polres Bojonegoro Amankan 12. 000 Liter Arak

Bojonegoro (beritajatim. com) – Sebuah pabrik minum berlelah-lelah (miras) jenis arak di Desa Jomblong, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, digrebek jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro. Hasilnya, petugas mengamankan tiga karakter tersangka dan sedikitnya 12. 000 liter arak, serta beberapa kendaraan produksi.

Kapoles Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengucapkan, penggrebekan pabrik miras tersebut dilakukan setelah diketahui adanya warung dengan menjual minuman tersebut dengan kewenangan alkohol tinggi. Setelah diselidiki, ternyata pabrik pembuat arak tersebut berawal dari wilayah hukumnya.

Dari hasil pengembangan, polisi menilai bahwa miras tersebut bisa membahayakan nyawa dan tidak memenuhi standart keamanan pangan, sehingga harus berurusan dengan hukum. Sejauh ini, hasil produksi pabrik itu sudah dipasarkan ke luar kota. Pemilik pabrik yang kini menjadi tersangka mengiakan setiap bulan omsetnya bisa mencapai Rp200 juta.

Dalam kasus tersebut, penjaga mengamankan tiga orang tersangka. Pertama, Suharjo (60) pemilik pabrik porak-parik. Dalam kasus yang sama tersangka sebelumnya juga sudah pernah dipenjara. Kemudian, Kustini (34) yang pula Warga Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno. Kustini merupakan salah sau penjual minuman keras hasil produksi Suharjo.

Tersangka ketiga, Ricky Ronald Aldora (25) warga setempat yang berperan dalam memproduksi ataupun memasak arak tersebut. Ketiga simpulan diamankan polisi pada Senin (7/9/2020) sekitar pukul 21. 30 WIB. “Ketiga tersangka dijerat pasal 204 KUHP atau pasal 140 KUHP, UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan jo Pasal 55 KUHP, ” ujar Kapolres di pers rilisnya, Kamis (10/9/2020).

Dalam pasal sangkaan itu, jika memenuhi unsur 204 KUHP ketiga tersangka bisa diancam kejahatan seumur hidup atau pidana tangsi selama waktu tertentu paling lama 15 tahun dan Pasal 40 KUHP UU 18 tahun 2012 tentang Pangan ancaman pidana kurungan paling lama dua tahun secara denda paling banyak Rp4 miliar.

Dalam rilis itu, tersangka sempat membeber bahan patokan dan peralatan yang digunakan untuk membuat miras jenis arak pada petugas. Sementara, beberapa barang bukti yang diamankan diantaranya, tungku penyulingan, serta selang spiral.

Kemudian 33 drum masing-masing berisi 200 liter, 12 drum sepi, elpiji, ragi tape, 50 dus berisi arak 9. 000 liter, surat perjanjian sewa rumah, & handphone yang digunakan melayani pemesanan online . [lus/suf]