dikabarkan-bebas-dpo-pemasok-obat-penggugur-kandungan-di-mojokerto-positif-covid-19-1
Info

Dikabarkan Bebas, DPO Pemasok Obat Penggugur Kandungan di Mojokerto Positif Covid-19

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Mojokerto (Beritajatim. com) – Dianus Pioman, pemasok atau importir obat penggugur kandungan dalam kasus pengguguran di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dikabarkan bebas dari sel benduan Mapolres Mojokerto. Polisi menyangkal jika tersangka bebas, namun tersangka mengajukan penangguhan lantaran positif Covid-19.

Bandar besar peredaran obat aborsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut menyerahkan diri dalam bulan Maret 2021 awut-awutan. Namun polisi menepis, bila pria 55 tahun, warga Pantai Mutiara Blok AD/2 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta tersebut bebas.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, tersangka sempat dipenjara semasa 20 hari, namun mengajukan penangguhan lantaran menderita penyakitan komorbid Covid-19. “Sudah ditahan, tapi penahanannya ditangguhkan, bukan bebas, ” ungkapnya, Jumat (23/4/2021).

Masih kata mantan Kasat Reskrim Polres Udi ini, jika tersangka khali maka terminologinya bebas sebab jeratan hukum. Ditambah perihal sel tahanan Mapolres Mojokerto saat ini penuh serta tersangka kondisinya sudah primitif sehingga penahanannya ditangguhkan.

“Kondisi Lapas pula penuh, jadi pertimbangannya adalah kesehatan tersangka. Kalau misalkan nanti terjadi apa-apa, siapa yang mau menanggung dengan kondisi Lapas yang berasak?, ” katanya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Donny Alexander menambahkan, penangguhan penahanan tersangka sebab tersangka sakit. “Dia tidak ditangkap, tapi menyerahkan muncul. penahanannya ditangguhkan karena lara, ” tegasnya.

Sebelumnya, Polres Mojokerto merilis kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto di halaman Mapolres Mojokerto, Senin (8/3/2021). Tersedia delapan tersangka dalam urusan tersebut, tersangka pemilik zigot (janin) dan tujuh simpulan dalam jaringan pengedar obat-obatan aborsi di wilayah Jawa dan Sumatera.

Dalam kasus yang berawal dari ditemukannya makam asing di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Polsek Kutorejo bersama Satreskrim Polres Mojokerto melakukannya pengembangan tenggat mengamankan tujuh orang pedagang obat penggugur kandungan.

Sementara satu orang yang merupakan pemosok atau importir obat Cytotec, Dianus Pioman masuk dalam Jadwal Pencarian Orang (DPO). [tin/kun]