demo-ricuh-massa-pecah-kaca-truk-polisi-di-malang-1
Info

Demo Ricuh, Massa Pecah Kaca Truk Polisi di Rengsa

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Malang (beritajatim. com) – Demo International Women Day pada Kota Malang berakhir ribut. Penyebabnya, Polresta Malang Praja dan Satgas Covid-19 meminta demonstran untuk membubarkan diri karena dianggap melanggar aturan kesehatan pencegahan Covid-19.

Polisi menyediakan 3 truk untuk mengangkut balik demonstran ke tempat letak masing-masing. Negosiasi berjalan alot karena mereka ingin lestari unjuk rasa. Beberapa perseorangan mencoba memprovokasi polisi. Masa demonstran masuk ke dalam truk, mereka justru menyelesaikan kaca truk hingga bagian kaca mengenai sopir truk Dalmas Polresta Malang Tanah air.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, demo hari perempuan global hanya kedok untuk menentang otonomi khusus dan menodong kemerdekaan Papua. Sebab, pada lokasi selain dianggap mengenai prokes mereka juga menggelar spanduk bertuliskan menolak independensi khusus dan tuntutan Papua Barat merdeka.

“Niatnya mulia tetapi awak tahu, bahwa ini hanyalah akal-akalan ini hanya helat muslihat dari kelompok AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) kawanan IPMAPA (Ikatan Pelajar & Mahasiswa Papua), ” ujar Leonardus, Senin, (8/3/2021).

“Mereka membentangkan spanduk tolak Otsus dan independensi Papua. Sudah jelas bahwa agenda ini adalah tipu-tipu, dari agenda unjuk menemui hari perempuan internasional tersebut hanya tipu muslihat. Yang mereka lakukan adalah demo terkait kemerdekaan papua serta juga terkait dengan perlawanan Otsus tahap kedua, ” imbuh Leonardus.

Leonardus mengungkapkan, demonstran langsung melakukan provokasi ke petugas saat diminta untuk terangkat ke atas truk. Setelah naik ke atas truk, beberapa oknum demonstran malah menyerang petugas. Dengan memintasi kaca di bagian ruang sopir dari dalam truk.

“Justru itu yang melakukan kekerasan serta memukul menendang anggota hamba dan anggota TNI ada videonya dan ada bahan bukti. Terakhir mereka melaksanakan kekerasan terhadap barang. Mengatasi kaca mobil truk Dalmas kami yang akan mengantarkan mereka ke tempat mereka tinggal, ” kata Leonardus.

Leonardus mengatakan, karena demonstran melakukan pengerusakan. Beberapa oknum diperiksa di Mapolresta Sebal Kota. Sedangkan demonstran dengan tidak terlibat langsung di pulangkan ke tempat letak masing-masing. Bagi pelaku pengerusakan mobil akan dijerat secara pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan pengerusakan.

“Truk yang ditendang dan dipecahkan hingga saya perintahkan semua diproses dengan terlibat. Sekarang sudah kami pisahkan pelakunya yang menyuruh, yang mendorong lalu dengan tidak terlibat kami kembalikan. Yang terlibat terancam pasal 170 KUHP, ” tandasnya. [luc/but]