bupati-pamekasan-berbagi-tips-sukses-bersama-mahasiswa-1
Info

Bupati Pamekasan Berbagi Tips Sukses Bersama Mahasiswa

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Pamekasan (beritajatim. com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam berbagi tips sukses bersama generasi muda sembarangan Pamekasan, khususnya dalam hadapi era global seperti waktu ini.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Badrut Tamam dalam kegiatan Talk Show yang digagas Mahasiwa Yogyakarta asal Pamekasan, di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor jedna Pamekasan, Kamis (27/5/2021).

“Mahasiswa saat ini harus menyiapkan segala potensi yang dimiliki, agar mampu berdaya saing di masa yang mengenai datang. Sebab revolusi industri seperti saat ini menuntut seseorang untuk bertindak cepat, ” kata Bupati Badrut Tamam.

Fungsi mempersiapkan hal itu, bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam juga berbagi tips yang menjadi syarat yang harus dipenuhi dengan para generasi muda. “Syarat jadi generasi hebat pueblo depan itu ada tiga, pertama harus memiliki consider, karena kepercayaan menjadi modal utama dalam tiap kegiatan seseorang, ” ungkapnya.

“Trust merupakan kunci utama, indikator dari poin ini di antaranya siddiq, amanah, tabligh dan fatonah. Sehingga seorang pemimpin disyaratkan memiliki kepercayaan tinggi di dalam tengah-tengah masyarakat, ” sambung Mas Tamam.

Syarat kedua, intelektualitas selanjutnya kemampuan melakukan kreasi setelah itu akselerasi. Termasuk juga disyaratkan dibarengi dengan epistemologi konktit. “Mahasiswa sebagai orang yang bergelut dengan buku, harus mampu melakukan kreasi maupun akselerasi. Jadi yang dibaca itu bukan hanya prinsip semata, ” jelasnya.

“Ketiga, tentunya harus mau melangkah cepat, karena kalau kami tidak cepat pasti dapat tertinggal. Dulu orang bakal dibilang sebagai pengusaha resorts harus bangun hotel dahulu, tapi sekarang tidak maupun kita sudah bisa memakai Hp (Handphone) yang kamu miliki, ” tegasnya.

Dari itu pihaknya mengajak mahasiswa agar kerap dapat menyesuaikan diri bila dibandingkan era di mana mereka bergelut. “Era industri d. 0 menuntut seseorang agar bekerja cepat, sebab generasi yang mampu berkompromi hanya teknologi akan menjadi angkatan pemenang di masa muka, ” imbuhnya.

“Tidak kalah penting setelah itu harus kita pahami bersama-sama bahwa kecanggihan teknologi sekarang harus membuat kita bertindak cepat. Maka dari tersebut, mahasiswa sebagai generasi pasta depan harus segera meyakinkan diri dengan baik agar menatap masa depan, ” pungkasnya. [pin/suf]