BPPT dan DPR RI Latih Warga Gending Gresik Cara Pembibitan Tanaman Jati Ex Vitro
Info

BPPT dan DPR RI Latih Warga Gending Gresik Cara Pembibitan Tanaman Jati Ex Vitro

Gresik (beritajatim. com) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama DPR RI Komisi VII memberikan pelatihan teknologi penyediaan bibit jati unggul scara ex-Vitro kepada masyarakat Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Kepala Balai Bioteknologi BPPT Anis mengucapkan, tanaman jati memberikan nilai hati-hati cukup besar bagi masyarakat. Untuk itu, melalui pelatihan ini umum bisa memperoleh bibit jati yang cepat, murah dan mudah.

“Kami menyediakan 250 biji jati yang bisa digunakan untuk penghijauan serta menambah nilai ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Gending, ” katanya di sela-sela kegiatan Distribusi Teknologi Perbanyak Benih Tanaman Jati secara ex-Vitro, ” Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut tempat menuturkan, pelatihan ini juga sebagai solusi untuk menambah pendapatan asosiasi. Tentunya, tidak bisa secara instan. Sebab, hasil panen bibit tanaman jati ini bisa dipanen 5 hingga 10 tahun buat bunga penghasilan.

“Metode ini merupakan teknologi perbanyakan tanaman yang didasari teknologi penyediaan bibit asli unggul di masyarakat dengan metode ex-Vitro. Intinya, perawatan untuk memanifestasikan bibit tanaman yang siap menanam di lapang, ” tuturnya.

Sementara itu, anggota Upah VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri kegiatan tersebut merupakan penyaluran program dari mitra kerja Komisi VII agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Gending.

“Ada beberapa pelatihan teknologi yang diberikan. Salah satunya adalah penyediaan bibit unggul flora jati secara ex-Vitro, bio flok ikan lele, teknologi tanaman hidroponik, ” ujarnya.

Melalui pelatihan teknologi itu kata Dyah Roro Esti, bangsa dari segi ekonomis bisa sentosa karena memanfaatkan teknologi bagaimana mengembangbiakkan tanaman maupun peterenakan secara benar.

Mengenai dipilihnya penyedian bibit unggul tanaman jati secara ex-Vitro dan hidroponik. Dijelaskan Dyah Roro Esti, manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat, & sifatnya jangka panjang.

“Bantuan program yang kami berikan ke masyarakat ini sifatnya jangka panjang. Misalnya, bibit tanaman asli secara teknologi ex-Vitro bisa dipanen 5 atau 10 tahun. Hal yang sama pada budidaya bio flok ikan lele serta flora hidroponik, ” pungkasnya. [dny/but]