Bergerak Serentak, 52 Aset Daerah Bersertifikat Pemkot Mojokerto
Info

Bergerak Serentak, 52 Aset Daerah Bersertifikat Pemkot Mojokerto

Mojokerto (beritajatim. com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, terus berupaya memberikan proteksi terkait kepemilikan lahan aset daerah agar dapat bersertifikat atas tanda Pemerintah Kota Mojokerto. Dan hari ini, sebanyak 52 tanah kekayaan telah resmi bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, diberikan tepat oleh Kementerian Agraria Dan Peraturan Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Kota Mojokerto, secara simbolis, Senin (9/11/2020).

Melalui kalender pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), tanah aset daerah yang sudah bersertifikat resmi atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, tersebar di sembilan kelurahan. Di antaranya, Kelurahan Prajurit Kulon, Kelurahan Magersari, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Meri.

Sertifikat Benar Pakai (SHP) atas tanah aset Pemerintah Kota Mojokerto melalui rencana PTSL dilatar belakangi Peraturan Gajah Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Peraturan Kawasan Kota Mojokerto Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Hak Daerah Pemerintah Kota Mojokerto. Yang mana telah mengamanatkan kepada Pengelola Bahan maupun pengguna barang untuk wajib melakukan pengamanan Barang Milik Wilayah yang berada dalam penguasaannya.

Pengamanan dimaksud meliputi pengamanan fisik, pengamanan administrasi dan pengamanan hukum. Dan salah satu wujud implementasinya yakni dengan melakukan pensertifikatan terhadap tanah aset yang belum bersertifikat melalui program percepatan pensertifikatan tanah aset serentak menyeluruh terpadu dan terintegrasi yang disingkat Perhelatan Semu Ter-Ter. Pendaftaran tanah tertib lengkap bertujuan untuk percepatan mas kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat secara pasti, sederhana, lancar, aman, lurus merata, terbuka, akuntabel sehingga bisa meningkatkan kemakmuran rakyat.

“Untuk itu, saya meminta pada seluruh jajaran Pemerintah Kota Mojokerto yang terkait, agar berperan aktif dalam menyukseskan program ini. Khususnya para camat, lurah, kiranya sanggup melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal mengawal penyelenggaraan program itu. Sehingga masyarakat bisa memperoleh pelayanan yang terbaik. Nah, diantara 52 tanah aset daerah yang sudah diamankan berupa lahan aset madrasah, perkantoran, persawahan, jalan dan sedang banyak lainnya, ” jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota.

Sementara itu, Kepala Dewan Pertanahan Kota Mojokerto Wasis Suntoro memberikan dukungan penuh kepada Negeri Kota Mojokerto dalam pelaksanaan kalender PTSL selama ini. Bahkan, dia meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah tanah aset wilayah agar dapat bersertifikat hak memakai (SHP). “Tahun depan, kami memperoleh kuota 300 pada program itu. Kami ingin, jatah 100 tersebut dapat dipergunakan oleh Pemerintah Praja Mojokerto agar dapat mensertifikatkan lahan asetnya. Sedangkan sisanya, dapat dimanfaatkan untuk warga, ” imbuhnya. [tin/adv]