mas-bup-tinjau-proyek-bandara-kediri-1
Info

Akang Bup Tinjau Proyek Bandara Kediri

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Kediri (beritajatim. com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung pendirian Bandar Udara Kediri. Pemeriksaan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dilakukan buat melihat progres pembangunan bandara, sekaligus memastikan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Dalam peninjauan itu, Mas Bup, seruan akrab Bupati Kediri didampingi oleh Direksi PT Surya Dhoho Investama (SDI) sebagai perusahaan pelaksana pembangunan. Masbup menegaskan, apabila progres pembangunan sesuai dengan target. Apalagi, pada awal 2023 kelak, Bandara Kediri diproyeksikan tiba beroperasi.

“Saya komunikasi dengan Gudang Garam selaku pihak yang bangunkan bandara. Bahwa ada beberapa lahan yang kurang masih 0, 4 persen dari total menyeluruh bandara. Gudang Garam telah mengkomunikasikan dengan baik secara pihak yang terkena penghentian dan progesnya cukup cara. Target Gudang Garam, tarikh 2023 sudah mulai menguntungkan fly, ” kata Akang Bup, panggilan akrab Hanindhito Himawan Pramana di lokasi, Sabtu (24/4/2021) sore.

Tak hanya memantau proses pembangunan, putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu juga melihat dua buah sungai yang kebetulan melintasi kawasan bandara. Tanpa mengurangi fungsi sungai, sebagai tumpuan pengairan, pihak Gudang Garam membuatkan sebuah jalur pilihan untuk jalan lintasan Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah.

“Memang di bandara dengan kita lewati ini, tersedia dua aliran sungai yang dilewati. Sudah dibuatkan alternatifnya oleh Gudang Garam yaitu, Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah. Untuk bencana banjir, jangan disalahkan bandara, karena sumber mata airnya yang mulai berkurang. Diatas lereng Gunung wilis itu awalnya ditanami pohon, tapi saat ini diganti tanaman bawang merah, ” jelas Mas Bup.

Belakangan, banjir terjadi di wilayah sekitaran proyek Bandara Kediri. Untuk mengatasinya, Mas Bup bahan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Anak buah (PUPR) untuk diajak bertukar pikiran. Salah satu gagasan pilihan dari Mas Bup berupa pembangunan embung di sekitar bandara sebagai langkah mengatasipasi banjir di musim penghujan dan bencana kekeringan dalam musim kemarau.

“Saya sedang rembugan dengan PUPR, supaya dibuatkan dua embung besar di dekat bandara. Kalau musim kemarau, fungsinya untuk mengalirkan air, sekaligus mencegah banjir. Kita kerjakan DED (Detail Engineering Design)   dulu dan prosesnya panjang, ” tegas Mas Bup.

Terpisah, Eksekutif PT SDI Maksin Arisandi mengaku, progres pembangunan Bandara Kediri berjalan sesuai tumpuan. Saat ini untuk pengerjaan tanah yang rencana mau dibangun bandar udara telah sekitar 51 persen. “Total pengerjaan sudah mencapai 51 persen, dengan target kita sudah tercapai. Seharusnya datang awal 2023 sudah selesai, ” kata Maksin Arisandi.

Ia juga menambahkan, dalam pengerjaan order tersebut juga melibatkan langsung warga sekitar. Ada lebih dari 50 persen awak di daerah yang terdampak langsung proyek pembangunan bandara dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Empat desa itu meliputi, Desa Jatirejo di Kecamatan Banyakan, Grogol di Kecamatan Grogol, Bulusari dan Tarokan di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

“Fokusnya pemberdayaan masyarakat sekitar. Jika warga sekitar yang tidak memenuhi kualifikasi pasti mau libatkan mereka. Karena, kok harus mengambil yang jauh jika ada yang dekat, ” tegasnya.

Bandara Kediri menjadi wadah penerbangan pertama di Indonesia yang dibangun 100 komisi dana investasi pihak preman yakni, PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk Kediri dengan skema Kerja Pas Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare

Groundbeaking atau petunjuk dimulainya proyek Bandara Kediri dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, pada 15 April 2020 lalu. Agenda peletakan batu pertama itu terdesak digelar secara daring sebab pandemi Covid-19. [nm/kun]