Info

2020-2021, 4 Kali Lapas Mojokerto Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Mojokerto (beritajatim. com) – Tutup tahun 2020 sampai awal tahun 2021, empat kali petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu. Narkoba tersebut ditemukan dari barang bawaan pengunjung.

Tercatat, di bulan Oktober tahun 2020 ada sebanyak dua kali petugas mengecewakan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. Yakin tanggal 3 Oktober dan 20 Oktober 2020. Sementara di bulan Desember 2020 satu kala dan terbaru, Rabu (24/3/2021) kemarin.

Petugas Lapas Klas IIB Mojokerto, Muji Slamet mengatakan, dari empat kali penyelundupan tersebut ia dengan kebetulan bertugas di Layanannya Penitipan Barang. “Saat tersebut, pengunjung kan tidak mampu bertemu langsung dengan yang ada di dalam. Pandemi, ” ungkapnya, Kamis (25/3/2021).

Masih prawacana Slamet, sehingga Lapas Klas IIB Mojokerto membuka Servis Penitipan Barang. Di Layanan Penitipan Barang tersebut, pengunjung bisa menitipkan barang maupun makanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Ini, kali keempat narkoba diselundupkan melalaikan barang bawaan pengunjung. Agenda 3 Oktober 2020, kita temukan di sayur lodeh dan lauk tahu. Pipet (alat hisab sabu, red) kita di dalam tahu, aku kira tulang ternyata pipet, ” jelasnya.

Tanggal 26 Oktober 2020, petugas kembali menemukan narkoba dalam barang bawaan pengunjung yang dititipkan di Layanan Penitipan Barang. Yakni di tas untuk hajatan. Tas untuk hajatan yang lazim dari kain, namun norma tangan menggunakan slang.

“Jadi pegangannya itu menggunakan slang, karena empuk agaknya dan biasanya kan tipis jadi saya potong ternyata di dalamnya ada narkoba. Ada 2 slang, per isi 7 poket sabu. Bulan Desember 2020, dalam makanan, ” ujarnya.

Sayur bening dengan jagung potongan besar menjadi barang yang akan dititipkan pengunjung ke salah kepala WBP. Menurutnya, ia kembali curiga saat melihat bagian jagung di sayur bening tersebut besar-besar. Dan betul saja, saat dipotong pada dalamnya ada narkoba.

“Jagung biasanya dalam sayur bening kan potongannya kecil-kecil tapi ini mulia jadi saya curiga. Sesudah dipotong ada sabu di dalamnya. Dan yang terbaru kemarin, di gorengan cakap isi ada serbuk putih diduga sabu, ” jelasnya.

Slamet menjelaskan, setiap yang masuk ke dalam Lapas Klas IIB Mojokerto tidak luput sebab pemeriksaaan petugas. Pemeriksaan dikerjakan semaksimal mungkin, baik bersifat barang maupun makanan. Ini dilakukan agar Lapas Klas IIB Mojokerto bebas dari penyelundupan narkoba.

“Kami mohon maaf kepada pengunjung karena barang maupun makanan bawaan pengunjung kudu kamu diperiksa satu per satu, karena kami tidak mau kecolongan. Pasta geraham, dari dulu termasuk bahan yang tidak boleh sebab narkoba bisa dimasukkan ke dalamnya, ” terangnya.

Menurutnya, pasta gigi sudah disediakan di dalam Lapas. Sehingga pihaknya menghimbau biar pengunjung tidak membawa penuh barang untuk dititipkan ke Layanan Penitipan Barang apalagi makanan karena akan diperiksa satu per satu. [tin/kun]